Tenang,
nyaman, tanpa kegaduhan jauh dari kebisingan tempatnya di Pustaka. Apalagi
membuat tugas seperti laporan, membaca untuk ujian ini memerlukan fokus yang
benar-benar fokus supaya tidak terganggu dengan hal lain seperti kegaduhan. Perlu sedikit hiburan, ngopi
sambilan diskusi, internetan, belanja pernak-pernik made in mahasiswa bisa ke Pustaka Unsyiah.
5. Ngopi dan Wi-fian di Pustaka
Perpustakaan unsyiah ini merupakan
pusat perkumpulan mahasiswa serta para dosen siang maupun malam. Mahasiswa
setiap saat memenuhi gedung tiga lantai ini. Mereka tidak sekedar membuat tugas
maupun membaca di pustaka, akan tetapi mereka berdiskusi sambil ngopi di
libricafe lantai satu pustaka. Untuk Perpustakaan, Unsyiah telah bekerja sama
dengan Coffee Cho guna untuk membuat mahasiswa yang datang ke pustaka tidak
jenuh dengan keheningan, mereka juga bisa berdiskusi layaknya di Warung Kopi
yang di Aceh warung kopi merupakan tempat paling banyak kaum muda-mudi
kunjungi. Coffee Cho menyediakan banyak varian minuman diantaranya espresso,
americano, cappucino, latte, chocolate.
Libri Caffe (Sumber : Pribadi) |
6. Berbelanja di Pustaka
Tidak jauh dari tangga di lantai satu ada Library Gift ala mahasiswa unsyiah. Barang-barang yang diperjual belikan seperti baju, tas, lukisan, gantungan, mug, gelas, dan barang lainnya yang terukir dan tergambar dengan nama Unsyiah. Pojok bangunan yang mulai digunakan pada April 2011 ini adalah hasil kerja sama UPT. Perpustakaan Unsyiah dengan Center For Creative Industry of Syiah Kuala University (CCIS). Sebuah wadah untuk industri di Unsyiah bagi mahasiswa yang ingin memperkenalkan hasil karya produknya. Semua dipajang untuk mendapatkan rupiah dari pengunjung pustaka. Selain mendapatkan rupiah, tujuan lain untuk meningkatkan kekreatifan mahasiswa. Mahasiswa bebas berkreatifitas dengan keahlian yang dimiliki. Ditempat Library Gift ini semua mahasiswa bisa berkarya serta berkreatif sebisa mungkin.
Tidak jauh dari tangga di lantai satu ada Library Gift ala mahasiswa unsyiah. Barang-barang yang diperjual belikan seperti baju, tas, lukisan, gantungan, mug, gelas, dan barang lainnya yang terukir dan tergambar dengan nama Unsyiah. Pojok bangunan yang mulai digunakan pada April 2011 ini adalah hasil kerja sama UPT. Perpustakaan Unsyiah dengan Center For Creative Industry of Syiah Kuala University (CCIS). Sebuah wadah untuk industri di Unsyiah bagi mahasiswa yang ingin memperkenalkan hasil karya produknya. Semua dipajang untuk mendapatkan rupiah dari pengunjung pustaka. Selain mendapatkan rupiah, tujuan lain untuk meningkatkan kekreatifan mahasiswa. Mahasiswa bebas berkreatifitas dengan keahlian yang dimiliki. Ditempat Library Gift ini semua mahasiswa bisa berkarya serta berkreatif sebisa mungkin.
Library Gift (Sumber : Pribadi) |
7. Suasana Negeri Ginseng Ada di Pustaka
Sekarang, dimana-mana pada demam drama korea. Tidak hanya dramanya saja, semua yang berbau korea turut disukai muda-mudi Indonesia terutama kaum hawa. Dilantai tiga pustaka unsyiah menyediakan semua koleksi yang berhubungan dengan negeri ginseng tersebut yang bertema “Korea Corner”. Adapun koleksi yang disediakan berupa pakaian tradisional, poster, buku berbahasa korea serta alat-alat musik. Para pengunjung bisa merasakan suasana ala Korea Selatan di pustaka, mereka bisa berfoto dengan memakai pakaian tradisional korea. Ruang yang didirikan tahun 2011 tersebut adalah hasil kerja sama antara Universitas Syiah Kuala dengan Kementrian Kebudayaan Korea.
Sekarang, dimana-mana pada demam drama korea. Tidak hanya dramanya saja, semua yang berbau korea turut disukai muda-mudi Indonesia terutama kaum hawa. Dilantai tiga pustaka unsyiah menyediakan semua koleksi yang berhubungan dengan negeri ginseng tersebut yang bertema “Korea Corner”. Adapun koleksi yang disediakan berupa pakaian tradisional, poster, buku berbahasa korea serta alat-alat musik. Para pengunjung bisa merasakan suasana ala Korea Selatan di pustaka, mereka bisa berfoto dengan memakai pakaian tradisional korea. Ruang yang didirikan tahun 2011 tersebut adalah hasil kerja sama antara Universitas Syiah Kuala dengan Kementrian Kebudayaan Korea.
Korea Corner (Sumber : Pribadi) |
8. Mengadakan Ajang
Penghargaan
Pada tahun 2016 Pustaka Unsyiah pertama kali mengadakan Unsyiah Library Fiesta (ULF), dimana kegiatan ini melibatkan seluruh mahasiswa Unsyiah sebagai panitia penyelenggara. Kegiatan ini sebagai apresiasi penghargaan kepada para pengunjung dengan nominasi peminjam buku terbanyak, pemustaka serta volunteer terfavorit, pemilihan duta baca serta ada juga diikutsertakan beberapa lomba seperti, lomba blogger dan lomba video. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk membangkitkan semangat para pengunjung untuk tetap semangat berkunjung ke pustaka dan untuk pustakawan terus meningkatkan pelayanan yang lebih optimal.
Pada tahun 2016 Pustaka Unsyiah pertama kali mengadakan Unsyiah Library Fiesta (ULF), dimana kegiatan ini melibatkan seluruh mahasiswa Unsyiah sebagai panitia penyelenggara. Kegiatan ini sebagai apresiasi penghargaan kepada para pengunjung dengan nominasi peminjam buku terbanyak, pemustaka serta volunteer terfavorit, pemilihan duta baca serta ada juga diikutsertakan beberapa lomba seperti, lomba blogger dan lomba video. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk membangkitkan semangat para pengunjung untuk tetap semangat berkunjung ke pustaka dan untuk pustakawan terus meningkatkan pelayanan yang lebih optimal.
Award Pustakawan Terbaik 2016 (Sumber : http://library.unsyiah.ac.id/tim-pelayanan-prima-tetapkan-tiga-pustakawan-terbaik/) |
9. Buka Siang dan Malam
Bagi yang kesehariannya sibuk dengan kuliah dan tidak ada waktu ke pustaka, tidak pelu risau sekarang Pustaka Unsyiah lebih banyak membuka daripada menutup. Pelayanan pustaka terbuka siang serta malam dan di hari minggu pun ikut membuka. Pelayanan tambahan pada hari Senin dan Jumat jam 17.00 sd 23.00, hari Sabtu jam 09.00 sd 18.30 dan hari minggu pada jam 14.00 sd 18.30, merupakan program khusus Perpustakaan Unsyiah untuk memberikan kemudahan bagi civitas untuk mendapatkan layanan. Dibuatnya jadwal malam di pustaka unsyiah, karena banyaknya mahasiswa yang tidak sempat ke pustaka pada siang hari dikarenakan jadwal kuliah yang padat dan masuk lab. Untuk meratakan pelayanan pustaka ke semua mahasiswa unsyiah dibuatlah ketentuan baru dengan adanya dibuka jadwal malam serta hari minngu.
Beberapa hal yang telah dijelaskan
sebelumnya merupakan semangatnya kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah untuk meningkatkan kemajuan pustaka dan juga ide-ide kreatif pustakawan serta masukan dari para pengunjung untuk pustaka yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan juga dalam meningkatkan kemajuannya, pustaka unsyiah mendapatkan dukungan penuh dari biro rektor. Walaupun sudah
berstandar Pustaka Internasional improvement tetap diperlukan untuk
mempertahankan apa yang telah diraihnya serta memperbaiki kekurangan yang ada untuk lebih baik lagi, sehingga pengunjung tidak hanya dari akademik unsyiah tetapi juga dari luar
provinsi dan luar negeri yang khusus ingin berkunjung ke pustaka melihat
keistimewaan apa yang dimiliki sehingga bisa membuat orang terus berkunjung.
Pustaka unsyiah pun telah menerima beberapa kunjungan dari luar negeri, ini
merupakan suatu kebanggaan dan kami mahasiswa berharap pustaka unsyiah
bisa lebih maju lagi dan mampu bersaing dengan pustaka-pustaka terbaik lainnya.
Sumber Referensi :
http://library.unsyiah.ac.id/jalin-kontrak-kerjasama-dengan-pustaka-unsyiah-coffee-cho-jadi-gebrakan-baru/
http://library.unsyiah.ac.id/menikmati-suasana-negeri-ginseng-di-korea-corner/
http://library.unsyiah.ac.id/layanan-malam/
Lantai 1 Pustaka Unsyiah (Sumber : Pribadi) |
Lantai 2 Pustaka Unsyiah (Sumber : Pribadi) |
Lantai 3 Pustaka Unsyiah (Sumber : Pribadi) |
Sumber Referensi :
http://library.unsyiah.ac.id/jalin-kontrak-kerjasama-dengan-pustaka-unsyiah-coffee-cho-jadi-gebrakan-baru/
http://library.unsyiah.ac.id/menikmati-suasana-negeri-ginseng-di-korea-corner/
http://library.unsyiah.ac.id/layanan-malam/
0 comments:
Post a Comment